IdeaFest 2026: AI Runs Your Day
Recap singkat panel IdeaFest × Indosat tentang AI agents, framework RRR dan TIPO, guardrails, serta keputusan manusia di Jakarta International Convention Center.
Field notes
Catatan praktis tentang adopsi AI, workflow, automation, Responsible AI, dan creative technology untuk tim perusahaan.
Ditulis dari pengalaman merancang training dan pekerjaan nyata. Nama serta materi internal klien tidak digunakan tanpa kebutuhan dan izin yang jelas.
22 catatan · Diperbarui 5 September 2026
Recap singkat panel IdeaFest × Indosat tentang AI agents, framework RRR dan TIPO, guardrails, serta keputusan manusia di Jakarta International Convention Center.
Recap sesi Tech in Asia Conference 2025 yang dimoderasi Argi Tendo bersama Felix Lee dari ADPList tentang AI, product design workflow, dan taste sebagai pembeda.
Kerangka praktis untuk menghubungkan riset, ideasi, produksi, dan review tanpa menjadikan AI sebagai rangkaian tool yang terpisah.
Kemampuan menulis prompt penting, tetapi adopsi perusahaan membutuhkan context design, evaluasi output, workflow ownership, dan aturan penggunaan.
Checklist operasional untuk menjaga privasi, validasi, copyright, brand voice, dan human approval dalam pekerjaan marketing berbasis AI.
Cara menempatkan persetujuan manusia berdasarkan dampak, ketidakpastian, dan kemampuan organisasi memperbaiki kesalahan.
Workflow untuk mengubah sumber pasar menjadi angle dan creative brief tanpa membiarkan AI mengubah asumsi menjadi fakta.
Kerangka untuk menilai kesiapan masalah, data, proses, orang, dan kontrol sebelum perusahaan membeli tool atau menjalankan program AI.
Cara menyaring daftar ide AI berdasarkan nilai, kelayakan, risiko, dan kemampuan tim belajar dari pilot yang sempit.
Rubrik praktis untuk memisahkan correctness, completeness, relevance, consistency, dan risk ketika tim menilai hasil AI.
Peta kemampuan AI untuk leadership, manager, practitioner, dan reviewer agar program perusahaan tidak memberi materi yang sama kepada semua orang.
Cara menerjemahkan prinsip AI menjadi risk tiers, approved tools, review points, dan exception handling yang dapat dipakai saat bekerja.
Cara menyiapkan sumber pengetahuan yang memiliki owner, struktur, akses, dan evaluasi sebelum membangun pengalaman tanya jawab berbasis AI.
Kerangka pengukuran pilot AI melalui impact, quality, adoption, dan risk agar kecepatan tidak menjadi satu-satunya cerita.
Panduan operasional untuk memeriksa kebutuhan data, klasifikasi, masking, akses, retention, dan risiko output sebelum AI digunakan.
Cara menghubungkan sponsorship, workflow, champions, dukungan, feedback, dan ukuran adopsi setelah sesi AI selesai.
Perbedaan antara menyimpan instruksi dan mendokumentasikan tujuan, input, standard, review, exception, serta ownership agar hasil dapat diulang.
Cara menemukan irisan antara product truth, kebutuhan audiens, demonstrasi, dan konteks kanal sebelum sebuah cerita teknologi diproduksi.
Prinsip untuk memperlihatkan setup, interaksi, evidence, limitation, dan outcome tanpa menyembunyikan bagian yang menentukan hasil.
Cara memilih antara endorsement, demonstration, explainer, workshop, dan serial konten berdasarkan kebutuhan pemahaman audiens.
Perbandingan keynote, talk, panel, workshop, dan executive briefing berdasarkan tujuan, audiens, interaksi, dan output acara.
Struktur briefing untuk menghubungkan perubahan AI dengan konteks bisnis, pilihan use case, risiko, scenario, dan keputusan berikutnya.